Connect with Facebook

Dapatkan kesempatan mengikuti kuis menarik, bermain games seru dan berlangganan newsletter Hydro dengan REGISTRASI sebagai anggota Hydro. Kamu juga bisa gunakan akun facebook kamu untuk login

Pilah-Pilih Lokasi Asyik Bersepeda di Jakarta

Sobat HYDRO, masih ingatkah kapan HUT DKI Jakarta? Bagi yang tinggal di Jakarta, tentu tanggal 22 Juni jadi tanggal istimewa. Di setiap HUT nya, Pemprov DKI selalu menawarkan beragam acara menarik untuk memanjakan warga DKI dan wisatawan. Bahkan kali ini Pemprov DKI sudah mempersiapkan 52 acara untuk merayakan HUT DKI yang ke-485 ini. 

Untitled

Di balik meriahnya HUT DKI, sudah sejauh mana Sobat HYDRO mengenal ibukota? Nah! kebetulan saya akan mengajak sobat HYDRO menapak tilas kota Jakarta dengan bersepeda. Namun sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan salah satunya adalah pemilihan sepeda. Kali ini saya memilih road bike atau sepeda balap yang cocok untuk medan jalan aspal.  

Lalu bagaimana memilih Road Bike yang sesuai dengan kebutuhan Sobat HYDRO? Jawabannya tergantung pada dana dan fungsi sepeda yang Sobat HYDRO inginkan. Selanjutnya adalah memilih frame atau rangka Road Bike. Pemilihan rangka sangat penting Sobat HYDRO untuk memberikan kenyamanan saat bersepeda. 

Seiring dengan perkembangan teknologi dalam pembuatan bahan dasar rangka sepeda, kini di pasaran telah tersedia berupa rangka Carbon (High-Tensile) Steel, Chromoly (Chrome Molybdenum) Steel, Alloy (Allumunium), Carbon Fiber dan Titanium.

Saya tidak menyarankan rangka berbahan dasar besi (Carbon Stell) dan Chromoly karena selain berat, bahan ini tidak tahan karat (korosi) meski harganya lebih murah. Sebaiknya pilih rangka Alloy atau Allumunium karena ringan dan tahan terhadap karat. Bagi Sobat HYDRO yang baru mulai hobi bersepeda, rangka dengan bahan dasar jenis ini merupakan pilihan yang tepat (Basic Level Bikes).

Sedangkan bagi Sobat HYDRO yang sudah lama hobi bersepeda dan ingin mengganti rangka sepeda alumuniumnya bisa beralih ke rangka Carbon Fiber. Rangka jenis ini banyak digunakan Road Bike untuk jenis menengah (Mid Level). Harganya pun tetap bersahabat dan mudah ditemui di pasaran.

Persiapan lainnya adalah bekal yang dibawa saat bersepeda. Selain menyiapkan beberapa cemilan sehat seperti buah dan salad, tak lupa membawa minuman sehat HYDRO. Karena HYDRO terbuat dari air kelapa asli, jadi saya juga tidak perlu khawatir mengkonsumsinya dalam jumlah yang saya butuhkan untuk mengusir dehidrasi.  

Sepertinya persiapan sudah oke dan tinggal genjot sepeda road bike kesayangan. Saya sudah mempersiapkan lokasi asyik yang cocok untuk bersepeda road bike. 

eyey3749830Monas

Lokasi pertama adalah Monumen Nasional  alias Monas. Suasananya yang asri membuat saya merasa nyaman. Kini di depan saya berdiri monumen peringatan setinggi 132 meter  yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia saat merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Simbol mahkota lidah api di bagian puncaknya melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala.

Sobat HYDRO tahu sejarah berdirinya Monas? Kemarin saya sempat baca di www.infojakarta.me ternyata untuk membangun Monas, diselenggarakan 2 periode sayembara. Sayembara pertama pada tahun 1955. Ada 51 karya yang masuk, tapi hanya karya Frederich Silaban yang memenuhi kriteria komite. Sayembara kedua digelar pada tahun 1960 tapi tak satupun dari 136 peserta yang memenuhi kriteria. 

Ketua juri kemudian meminta Silaban untuk menunjukkan rancangannya kepada Presiden Sukarno. Akan tetapi Sukarno kurang menyukai rancangan itu. Silaban diminta memperbaiki rancangannya sesuai dengan permintaan Sukarno.  Namun rancangan yang kembali diajukan Silaban masih belum cocok karena memakan banyak biaya. Sukarno kemudian meminta arsitek R.M. Soedarsono untuk melanjutkan rancangan itu dan jadilah Tugu Monas. Tugu ini diarsiteki oleh Friedrich Silaban dan R. M. Soedarsono, mulai dibangun  17 Agustus 1961.

Nah, buat Sobat HYDRO yang sudah lama tidak ke Monas, pada acara HUT DKI Jakarta nanti aka nada Pesta Rakyat di Monas. Ini merupakan salah satu rangkaian acara meriah yang dibuat Pemprov DKI selain Pekan Raya Jakarta dan beberapa acara lainnya. Rencananya, pembukaan rangkaian acara HUT DKI Jakarta ini akan diadakan di Ekopark Ancol, Jakarta Utara, pada 27 Mei 2012. 

 

q83bdgxi5Bundaran HI

Dari Monas saya lanjut menuju Bundaran HI, saya memutari Patung Selamat Datang untuk kesekian kalinya. Biasanya dengan kendaraan mobil kali ini dengan sepeda, tentu saja sensasinya berbeda Sobat HYDRO. Saya merasa jadi salah satu atlet yang disambut oleh patung ini seperti yang terjadi pada tahun 1962 :D

Monumen Selamat Datang yang berbentuk sepasang manusia yang sedang menggenggam bunga dan melambaikan tangan ini dibangun untuk menyambut tamu-tamu kenegaraan di Bundaran Hotel Indonesia. Ketika itu, Presiden Sukarno membangun Monumen Selamat Datang dalam rangka Asian Games IV yang diadakan di Jakarta. Para atlet dan ofisial menginap di  Hotel Indonesia dan bertanding di komplek olahraga Ikada, sekarang disebut komplek Gelora Bung Karno, Senayan.

 

12239sbnf

Kota Tua Jakarta

Setelah memutari Bundaran HI, sepertinya saya masih belum rela menyudahi napak tilas ini. Akhirnya saya lanjut bersepeda mengarah ke Kota Tua Jakarta. Sesampainya disana, masih saja timbul rasa kagum dengan bangunan-bangunan tuanya yang unik. 

Kota Tua ini pada abad ke-16 dijuluki dengan “Permata Asia” dan “Ratu dari Timur” oleh pelayar Eropa.  Jakarta Lama dianggap sebagai pusat perdagangan untuk benua Asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya melimpah.

Namun Kota Tua yang kita lihat saat ini bukan bangunan yang utuh lagi Sobat HYDRO. Dalam pengembangan daerah Jakarta, pemprov DKI Jakarta menghancurkan beberapa bangunan atau tempat yang berada di daerah kota Tua Jakarta dengan alasan tertentu.

Tempat tersebut adalah:

  • Benteng Batavia
  • Gerbang Amsterdam (lokasinya berada dipertigaan Jalan Cengkeh, Jalan Tongkol dan Jalan Nelayan Timur. Dihancurkan untuk memperlebar akses jalan)
  • Jalur Trem Batavia (Jalur ini pernah ada di kota Batavia, tetapi sekarang sudah ditimbun dengan aspal. Karena Presiden Soekarno menganggap Trem Batavia yang membuat macet) (sumber:www.infojakarta.me)

Saat di Kota Tua Jakarta saya pun menyempatkan diri beristirahat dan menikmati bekal yang saya bawa. Setelah menenggak HYDRO, dehidrasi saya pun hilang dan merasa segar kembali. 

Saya memang merencanakan bekal yang dibawa kali ini terbuat dari bahan-bahan alami dan say no to Junk Food/drink. Kenapa? Sia-sia rasanya sudah lelah berolahraga tapi salah pilih makanan/minuman. Benarkan Sobat HYDRO?  

10 months ago
Fun - Fatigon Hydro
PF CUP


Air Kelapa memiliki kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh, Badan Dunia WHO menyebut air kelapa sebagai Fluid of Life . Journal of Physiological Anthropology & Applied Human Science menyebutkan, air kelapa merupakan minuman dehidrasi terbaik dibanding air mineral murni. Segala kebaikan ini, kini hadir dalam HYDRO.