Dapatkan kesempatan mengikuti kuis menarik, bermain games seru dan berlangganan newsletter Hydro dengan REGISTRASI sebagai anggota Hydro. Kamu juga bisa gunakan akun facebook kamu untuk login
Tradisi Unik Dalam Menyambut Ramadhan
Menurut sobat HYDRO, apa yang paling menarik dari kota Surabaya? Sejarahnya, iklim tropisnya, ataukah suporter bolanya? Bagaimanapun, bagi saya hal paling menarik dari Surabaya adalah tradisinya makan kue apem sebelum bulan Ramadhan.
Jadi beberapa pekan yang lalu, saya pergi ke Surabaya untuk bertemu salah satu kerabat jauh saya. Di sana saya menemukan salah satu fenomena yang cukup jarang saya temui di zaman yang semakin modern ini. Ternyata keluarga paman saya masih mempertahankan tradisi membuat kue apem sebagai simbol permintaan maaf antar saudara dan tetangga sebelum Ramadhan tiba. Ini hal yang cukup unik untuk ditemukan di kota metropolitan seperti Surabaya, karena seperti yang sobat HYDRO tahu bahwa orang-orang kini kebanyakan lebih memilih silaturahmi melalui ponsel pintarnya yang praktis. Tapi hal itu tidak berlaku pada paman saya. Beliau tetap mengadakan acara makan kue apem yang ternyata telah menjadi tradisi tahunannya bersama warga sekitar.
Jika sobat HYDRO mencari apa arti kata kue apem di internet, sobat HYDRO akan menemukan bahwa nama kue apem dipercaya berasal dari kata "afwan" dalam bahasa Arab yang artinya maaf. Jadi secara simbolis makan kue apem bisa diartikan memohon maaf pada keluarga, sanak saudara, dan teman sobat HYDRO. Dan setelah makan kue apem, orang-orang yang berkumpul biasanya bersalam-salaman saling meminta maaf. Rasanya seperti nuansa lebaran yang datang lebih awal bagi saya, menyenangkan sekali.
Ternyata tradisi menyambut bulan puasa ini tidak hanya terjadi di Kota Pahlawan, tapi juga di beberapa daerah lain di Indonesia. Seperti bila sobat HYDRO mengunjungi Aceh. Sebaiknya selama di Aceh, sobat HYDRO menyelipkan kunjungan singkat untuk mengintip acara lokal ketika menyambut Ramadhan, tradisinya itu dinamakan Meugang. Sesuai yang saya baca di kompas.com, sebelum Ramadhan warga Aceh membeli kerbau secara patungan dan menyembelihnya untuk kemudian dagingnya dikonsumsi bersama. Biasanya orang yang secara ekonomi lebih mampu turut memberikan sumbangan agar fakir miskin pun bisa menikmati kebersamaan ini. Seperti Idul Adha ya?
Tradisi Ramadhan di Belahan Dunia Lain
Berbagai keunikan tradisi menjelang Ramadhan di Indonesia ini memicu saya untuk “ngabuburit” di dunia maya demi mengulik lebih dalam lagi tentang tradisi-tradisi unik ini. Hmm… Kira-kira seperti apa ya kebudayaan negara lain dalam menyambut bulan Ramadhan?
Tahukan sobat HYDRO, ternyata tradisi dan makanan khas bulan Ramadhan di luar negeri lebih banyak dari yang saya bayangkan sebelumnya. Seperti para muslim di Mesir yang umumnya menyambut lebaran dengan memasang lampu tradisional bernama Fanus di setiap rumah. Konon tradisi ini sudah berlangsung sejak zaman dinasti Fattimiyah (dinasti yang didirikan pada tahun 909, Fatimiyah berasal dari suatu tempat yang kini dikenal dengan nama Tunisia) lho sobat HYDRO, katanya sih mereka selalu menggunakan Fanus untuk menyambut kedatangan pasukan Raja yang datang berkunjung ketika menjelang datangnya bulan Ramadhan. Lampu Fanus yang cantik ini juga bisa sobat HYDRO temukan di beberapa pusat perbelanjaan modern di Indonesia, karena di bulan Ramadhan ini Fanus semakin tren dalam menghiasi interior di Indonesia.
Lain lagi dengan umat muslim yang ada di Arab Saudi. Menurut mizan.com, lebih dari 12.000 meter taplak meja dibentangkan di area masjid Arab Saudi setiap harinya di bulan Ramadhan. Bahkan Kerajaan Saudi serta para dermawan mengeluarkan dana sekitar Rp 1,2 miliar per hari untuk menyediakan makanan berbuka gratis di Masjidil Haram. Hmm sepertinya enak juga ya buka di Arab Saudi.
Lengkapi Kuliner dengan Air Kelapa
Perayaan-perayaan seperti ini tentunya tak lengkap tanpa diiringi dengan kuliner khas bulan Ramadhan. Saya mengecek situs loveindonesia.com dan menemukan bahwa nama menu buka dari Mesir yang terkenal bernama Ful Medames. Ful Medames terbuat dari biji Faba, sejenis kacang-kacangan mirip kedelai namun bentuk dan rasanya lebih dekat dengan kacang merah, Kacang merah dijadikan stew lalu dihidangkan dengan paprika, bubuk kari, minyak zaitun, dan perasan lemon. Karena proses pembuatan Ful medames cenderung lama, sobat HYDRO harus menunggu minimal sehari sebelum memakan makanan ini. Wah lama juga ya, kalau saya sih keburu lapar, hehehe. Sedangkan di Arab Saudi, makanan sahur dan buka mereka yang terkenal bernama Lahm Lhalou, yaitu makanan dari daging domba yang diberi bumbu agar terasa manis. Mungkin jika sobat HYDRO memiliki kerabat dari Arab dapat mencoba menu menggiurkan ini.
Di Indonesia lebih banyak lagi, berhubung negara kita kaya akan budaya dan adat, menu kuliner Ramadhan pun berlimpah ruah. Lontong kupang asal Surabaya misalnya, atau sate susu ala kota Denpasar yang dibuat dari payudara sapi dan dipercaya dapat menambah stamina tubuh ketika berpuasa, atau juga makanan khas Tapanuli yang bernama Pakat, semua makanan itu dapat menjadi pilihan buka ataupun sahur sobat HYDRO selama bulan Ramadhan. Seru sekali bukan?
Nah, setelah sobat HYDRO mencicipi kuliner dari beragam negara dan kota, sobat HYDRO perlu mengkonsumsi minuman yang menyehatkan pencernaan serta mencegah sakit perut akibat menyantap makanan yang tidak biasa. Untungnya semua nutrisi menyehatkan itu ada di kandungan air kelapa. Kini tak perlu repot mencari air kelapa, karena HYDRO adalah air kelapa asli yang praktis dan higinis, mengandung semua kandungan alami air kelapa. Bahkan pecinta kuliner Indonesia terkemuka, Bondan Winarno, mengakui keunggulan air kelapa ini ketika berkuliner. Seperti yang tertulis di detikfood, Bondan Winarno mengungkapkan bahwa air kelapa memiliki sejumlah nutrisi hebat yang sangat diperlukan tubuh. Karena itu air kelapa bisa disebut sebagai 'The Fluid of Life' atau air kehidupan.
Tak hanya itu, air kelapa juga terbukti mengandung vitamin, mineral dan elektrolit yang sama dengan elektrolit tubuh lho! Jadi sobat HYDRO tak perlu takut pada masalah pencernaan dan dehidrasi ketika bulan puasa, karena air kelapa (HYDRO) dapat membantu sobat HYDRO melancarkan pencernaan sekaligus mengembalikan cairan tubuh yang hilang. “Karena itu air kelapa juga dipakai sebagai air infus alami dan pencegah gangguan asam lambung,” tutur Bondan dalam acara talkshow HYDRO Kuliner Ramadhan tahun lalu.
Benar kan sobat HYDRO, kalau air kelapa sangat cocok untuk jadi pendamping makanan saat berbuka puasa? Apalagi kini sobat HYDRO tidak perlu repot memanjat pohon kelapa untuk mendapatkan manfaat terbaik air kelapa, karena semua kebaikannya telah dikemas secara higienis dalam kemasan HYDRO yang ramah lingkungan.
Jadi tunggu apa lagi? Yuk kita sama-sama borong HYDRO di toko terdekat untuk buka kita sehari-hari!
Punya pengalaman kuliner bersama HYDRO di bulan Ramadhan? Yuk ikutan berbagi cerita di halaman Facebook Hydro! Cerita sobat HYDRO yang paling menarik akan mendapatkan voucher dari Sodexo lho!
Ngabuburit di Yogyakarta
Hai sobat HYDRO! Wah saya senang sekali ternyata banyak dari sobat HYDRO punya cerita menarik seputar Ramadhan, saya sampai bingung milihnya! Namun setelah berdiskusi panjang selama beberapa hari, saya akhirnya mendapatkan pemenang HYDRO Cerita Ramadhan!…

Air Kelapa memiliki kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh, Badan Dunia WHO menyebut air kelapa sebagai Fluid of Life . Journal of Physiological Anthropology & Applied Human Science menyebutkan, air kelapa merupakan minuman dehidrasi terbaik dibanding air mineral murni. Segala kebaikan ini, kini hadir dalam HYDRO.






