Connect with Facebook

Dapatkan kesempatan mengikuti kuis menarik, bermain games seru dan berlangganan newsletter Hydro dengan REGISTRASI sebagai anggota Hydro. Kamu juga bisa gunakan akun facebook kamu untuk login

Kemampuan Multitasking Hanyalah Mitos?

aakcjcHai sobat HYDRO, hari ini saya merasakan kelelahan luar biasa. Pasalnya, saya dituntut untuk mengerjakan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Saat menjalani multitasking,  ingin rasanya bisa membelah diri. Jadi selagi saya berada di tempat A dan mengerjakan pekerjaan A, saya juga bisa tetap mengerjakan pekerjaan B,C dan seterusnya di tempat yang berbeda. Mungkin ada sobat HYDRO yang membaca artikel ini ikut mengangguk-anggukkan kepala, setuju dengan saya.

Memang tidak bisa dipungkiri kemampuan multitasking seringkali menjadi tuntutan saat bekerja. Jika tidak mampu melakukannya, sobat HYDRO akan kewalahan sendiri menyelesaikan pekerjaan. Bahkan masa depan karir yang menjadi taruhannya. Tapi benarkah otak manusia didesain untuk pekerjaan multitasking?

Saya pernah menemukan teori menarik dari sebuah buku berjudul “Brain Rules: Principles for Thriving at Work, Home and School”. Buku yang ditulis oleh John Medina, salah satu pakar biologi saraf terkemuka asal Amerika ini menyebutkan bahwa multitasking hanyalah mitos. Sebab, menurut John Medina, otak bekerja secara berurutan dan tidak pernah bisa dipaksa bekerja secara paralel.

Itulah mengapa, mengemudikan mobil sambil menelpon berpotensi meningkatkan resiko kecelakaan hingga 9 kali lipat. Dan itulah sebabnya, melakukan penyelesaian pekerjaan lalu diinterupsi berkali-kali akan menghasilkan kualitas kerja 50 % lebih buruk dan 50 % lebih lamban. Hmmm pantas ya sobat HYDRO jika saya melakukan multitasking, pasti ada salah satu yang salah pengerjaannya. 

Ironisnya lagi, jika selama ini sobat HYDRO kerap melakukan multitasking, justru malah meningkatkan resiko kelambanan kerja dan penurunan akurasi pekerjaan. Membaca penjelasan sang dokter tetap masih menyisakan pertanyaan di pikiran saya, benarkah saya bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa kemampuan multitasking? Menurut Medina, sebaiknya selalu mengerjakan tugas secara fokus dan bertahap namun sistematis. 

Selain itu, perkirakan berapa lama waktu yang sobat HYDRO butuhkan untuk menyelesaikan tugas. Lalu atur kapan waktu untuk memulai mengerjakan tugas tersebut. Dengan begitu, sobat HYDRO tetap bersikap realistis terhadap rencana.  Jangan lupa, jika sobat HYDRO juga bekerja dalam sebuah tim pertimbangkan pula kemampuan tim untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. 

Jika sudah menyiapkan perencanaan, kini waktunya sobat HYDRO menggenjot kemampuan diri untuk melakukan pekerjaan itu lebih cepat dari rencana. Jangan terlalu terpaku pada lama waktu yang direncanakan untuk mengerjakan suatu tugas. Jadi Sobat HYDRO punya kesempatan untuk segera beralih ke tugas-tugas lainnya. 

Selain itu, buatlah skala prioritas terutama jika pekerjaan sobat HYDRO menumpuk. Bisa dimulai dengan mengerjakan tugas yang sulit dahulu baru kemudian yang mudah. Atau juga dimulai dengan yang batas waktunya lebih dekat terlebih dahulu.

Nah jika sudah membuat perencanaan dan skala prioritas, selanjutnya yang paling penting sekaligus sulit adalah disiplin, benar gak sobat HYDRO? Misalnya saat di tengah-tengah pengerjaan tugas, seringkali tergoda untuk melakukan ‘multitasking’ yang tidak penting seperti update status di Facebook atau Twitter. Alhasil, pekerjaan tidak selesai dan pemakaian waktu pun tidak efisien.

Bicara soal efisien, ini juga sama pentingnya dengan disiplin lho sobat HYDRO. Dengan berpikir praktis dan mudah, sobat HYDRO bisa menghemat waktu dengan menyelesaikan pekerjaan dengan cara sesederhana mungkin. Intinya tidak dibuat rumit apalagi stres. Meski hal ini terkadang sulit dilakukan karena membutuhkan konsentrasi terutama bila otak tidak mau bekerjasama alias lelah. 

Kalau sudah begini, artinya otak perlu beristirahat sobat HYDRO. Dan salah satu cara saya mengistirahatkan otak adalah dengan pergi keluar ruangan sejenak dan minum HYDRO. Sebab, bukan tidak mungkin saat melakukan pekerjaan, tubuh dan otak mengalami dehidrasi. 

adsaadfadOtak bisa dehidrasi? Yup, sekitar 80 persen dari otak kita terdiri dari air. Dehidrasi sedikit saja dapat memicu hormon stres yang dapat berakibat negatif pada kesehatan otak. Dalam keadaan dehidrasi, jika otak dipaksa bekerja lebih keras untuk memproses informasi akan membuat otak menyusut sebanyak 1 tahun penuaan. Bila dibiarkan bisa mempengaruhi kualitas gerak dan kerja sobat HYDRO. 

Meski terdengar mengkhawatirkan, masalah ini bisa diatasi kok sobat HYDRO. Caranya dengan minum paling sedikit 2 liter air per hari. Tapi bukan sembarang minuman sobat HYDRO, syaratnya yaitu minuman yang tanpa diberi pemanis buatan, gula, kafein dan lain-lain. 

Sayangnya, terkadang sobat HYDRO tidak sempat minum sebanyak itu di sela-sela aktivitas. Untuk itu ada baiknya sobat HYDRO memilih minuman yang mengandung isotonik alami karena lebih cepat mengganti cairan tubuh. 

Dari serentetan penjelasan diatas, akhirnya saya pun lebih memilih minum HYDRO dibanding teh dan kopi. Selain praktis tanpa harus repot menyeduh, HYDRO juga terbuat dari air kelapa asli, sehingga bersifat alami dan menyehatkan. Memang HYDRO teman yang paling cocok untuk me-recharge otak saya di sela-sela kesibukan.

Nah bagaimana sobat HYDRO mengistirahatkan otak di sela-sela pekerjaan yang menumpuk? Jangan lupa minum HYDRO ya sobat HYDRO, supaya otak kembali fresh dan siap bekerja. Love Coco, Live Active!

10 months ago
Fun - Fatigon Hydro
PF CUP


Air Kelapa memiliki kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tubuh, Badan Dunia WHO menyebut air kelapa sebagai Fluid of Life . Journal of Physiological Anthropology & Applied Human Science menyebutkan, air kelapa merupakan minuman dehidrasi terbaik dibanding air mineral murni. Segala kebaikan ini, kini hadir dalam HYDRO.